Selasa, 06 November 2012

Makanan yang sebaiknya dikonsumsi Setelah Olah raga dan begadang

Waktu adalah hal yang penting dalam setiap perencanaan, termasuk mengatur jam makan. Sebab, tubuh memerlukan nutrisi yang tepat untuk digunakan beraktivitas. Beda waktu beraktivitas, lain pula makanan yang harus dikonsumsi. Pengaturan jam makan sangat penting agar manusia dapat beraktivitas secara optimal.

Kenapa Harus Makan Tepat Waktu?
Makanan yang kita konsumsi memberikan reaksi hormon yang berbeda-beda pada tubuh. Misalnya saja reaksi yang mempengaruhi mood, konsentrasi dan kesadaran, energi, dan sebagainya. Jadi, selain mengetahui apa yang harus dimakan, penting untuk kita mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsinya. Berikut adalah tips waktu dan makanan apa yang harus dikonsumsi untuk mengisi hari dan aktivitas, seperti dikutip dari Livestrong.

1. Setelah Latihan Fisik/ Olahraga
Setelah olahraga, otot bekerja keras dan mengalami penurunan stamina. Karena itu, tubuh memerlukan nutrisi yang tepat agar dapat pulih kembali dan menjadi lebih kuat.

"Konsumsilah snack dengan perbandingan karbohidrat dan protein 2 : 1 sehabis berolahraga dengan intensitas ringan hingga sedang. Dan perbandingan karbohidrat-protein 3 : 1 setelah olahraga dengan intensitas tinggi," ujar Andrea Hacker Thompson dari ACSM Fit Society Page.

Karbohidrat akan mengisi kembali cadangan glikogen (tempat penyimpanan glukosa yang menyediakan cadangan energi), dan protein membangun kembali otot Anda. Makanlah setelah 30 menit hingga 1 jam setelah olahraga, karena pada waktu itulah tubuh menyerap nutrisi secara maksimal. Minumlah segelas susu cokelat atau makan setangkup roti gandum dengan isian keju atau telur.

2. Setelah Meeting Panjang
Jika Anda mengantuk setelah melewati presentasi yang menampilkan slide beratus-ratus halaman, konsumsilah beberapa butir kacang almond. Menurut Lauren O’Connor, RD dari Nutri-Savvy, kacang almond mengandung lemak nabati yang baik dengan kandungan protein yang sedikit. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Neuron, protein berguna mengaktifkan sel yang dapat membantu menjaga kesadaran dan proses pembakaran kalori.

Karbohidrat yang setara dengan gandum utuh yang dikandung dalam kacang almond juga mengandung glukosa yang membantu kerja otak. Sementara kandungan proteinnya membantu daya ingat sehingga informasi penting dalam meeting dapat diingat dengan baik. Selain itu, protein kaya akan kandungan asam amino tirosin, hormon yang diperlukan dalam asupan energi otak serta membantu Anda lebih terjaga (1 ons almond mengandung 127 mg tirosin).

3. Setelah Melakukan Aktivitas Panjang
Setelah melakukan aktivitas yang banyak menguras energi, Anda harus mengganti ion-ion yang terbuang karena banyaknya jumlah keringat yang dikeluarkan. "Makanan dan minuman yang dikonsumsi haruslah tinggi karbohidrat dan vitamin serta protein dalam kadar yang lebih rendah dibandingkan protein untuk menggantikan asupan yang telah terbuang," jelas Shari Portnoy, ahli diet dan pelatih fitnes.

Sebaiknya mengasup vitamin dan karbohidrat dalam bentuk cairan. Karena cairan lebih mudah diserap tubuh dibandingkan makanan dalam bentuk padat atau solid. Anda bisa membuat smoothies campuran pisang dan apel atau jus sayuran.

4. Setelah Begadang
Jika tubuh kurang beristirahat ataupun kurang tidur, bukan hanya mood atau perasaan saja yang terpengaruh. Menurut hasil riset yang dilakukan oleh peneliti di UCLA, kurang tidur dapat meningkatkan ghrelin dan menurunkan kadar leptin dalam tubuh yang akan mengakibatkan meningkatnya nafsu makan.

Untuk mengatasinya, awali pagi Anda dengan sarapan makanan yang mengandung protein. Cobalah mengonsumsi 28 gram kacang-kacangan yang akan membuat Anda kenyang lebih lama. Anda juga bisa mengonsumsi yoghurt dengan pisang, apel atau stroberi.

5. Setelah Pesta Semalaman
Untuk mengatasi hangover sewaktu bangun tidur di pagi hari karena mengonsumsi alkhohol malam harinya, segelas jus tomat dapat membantu menggantikan kadar air dan elektrolit yang hilang. Begitu juga dengan buah pear.

"Buah pear dapat menghilangkan rasa mual yang ditinggalkan setelah mengonsumsi alkohol," jelas Erin Palinski, penulis buku 'The Forthcoming, Belly Fat Diet for Dummies'.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar