Rabu, 31 Oktober 2012

ELEKTROGASTROGRAM (Gerakan Peristaltik)



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  Pengertian
Gerakan peristaltik merupakan gerakan yang terjadi pada otot – otot pada saluran pencernaan yang menimbulkan gerakan semacam glombang sehingga menimbulkan efek menyedot / menelan makanan yang masuk kedalam saluran pencernaan.
Hal ini menjelaskan mengapa air yang kita minum tidak tumpah keluar kembali walaupun kita minum sambil menjungkir balikkan tubuh sekalipun.
Jiwa adalah sumber kekuatan seseorang. Orang yang jiwanya lemah, akan tampil sebagai sosok yang lemah. Sedangkan orang yang berjiwa kuat akan tampil sebagai sosok yang kuat pula. Sedangkan orang yang berjiwa kuat akan tampil sebagai sosok yang kuat pula. Bukan hanya sekedar dalam arti fisik, melainkan kekuatan pribadinya dalam menghadapi gelombang kehidupan.
Dalam kadar tertentu, otak memancarkan gelombang dengan frekuensi yang bisa ditangkap dengan menggunakan alat – alat perekam elektromagnetik tertentu. Seperti electrik encephalograph atau magneto encephalograph. Namun, yang terhitung hanyalah amplitudo dan frekuensinya saja. Atau mungkin ditambah dengan pola gelombangnya. Sama sekali tidak bisa diukur berapa besar energi makna yang tersimpan didalamnya.
Energi makna itu baru bisa diketahui ketika dipersepsi lewat sebuah interaksi dengan orang lain. Artinya, sampai sejauh ini alat ukur yang digunakan haruslah makhluk hidup yang memiliki hati dan jiwa sederajat dengan sumber informasi.
1.2.  Ruang Lingkup
Gerakan peristaltik itu sangat penting bagi tubuh dan organ – organ tubuh manusia karena dengan peristaltik manusia dapat melakukan aktivitas sehari – hari mereka tanpa ada rasa ragu dan takut.
Secara umum kita dapat mengetahui jiwa seseorang lewat jenis gelombang atau gerakan peristaltik yang dialami.
Jenis gelombang otak dan frekuensi yang dipancarkan oleh jiwa seseorang dapat diketahui. Misalnya, jika otak seseorang memancarkan gelombang dengan frekuensi 13 Hortz atau lebih, dia sedang dalam keadaan sadar penuh alias terjaga.
Secara umum kita melihat bahwa aktivitas otak sering dengan aktivitas jiwa. Aktivitas jiwa bakal memancarkan energi makna. Energi makna itu lantas memicu munculnya energi elektromgnetik tersebut memunculkan jenis – jenis neutron mister dan hormon tertentu yang terkait dengan kualitas aktivitas jiwa itu.
1.3.  Tujuan
·        Untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan gerakan peristaltik
·        Untuk mengetahui  bagian – bagian gerakan


BAB II
PEMBAHASAN
2.1.      Peristaltik Pada Pancaran Gelombang Otak
Mempelajari aktivitas otak, berarti juga mempelajari aktivitas jiwa. Seperti kita ketahui bahwa jiwa merupakan program – program istimewa yang dimasukkan kedalam sel – sel otak oleh Allah SWT. Dan program – program itu lantas berkolaborasi membentuk suatu system didalam organ otak. Karena itu, setiap apa yang dihasilkan otak adalah pencarian dari aktivitas jiwa kita.
Kombinasi antara panca indera dan hati akan menyebabkan kita bisa melakukan pemahaman. Akan tetapi semua sinyalnya tetap dikirim ke otak sebagai pusat pemahaman atas informasi panca indera dan hati tersebut. Pada saat itu jiwa bekerja sebagai mekanisme kompleks dari seluruh rangkaian software yang ada di sel – sel otak.
Meskipun tidak bisa di ukur secara langsung sebagaimana mengukur kuantitas ruang, waktu, energi dan materi, informasi dan makna dapat bermanifestasi ke dalam ruang, waktu, materi dan energi. Informasi dan makna menjelajah keseluruh dimensi tersebut.
Manusia telah berhasil membuktikan bahwa otak memancarkan sinyal – sinyal listrik yang memiliki makna sesuai dengan apa yang sedang dipikirkan, karena itu bisa diukur. Didalamnya tersimpan energi tidak terbatas yang tergantung kepada bisa tidaknya kita menerjemahkan sinyal pikiran itu lewat peralatan – peralatan imutakhir.
Seperti yang kita ketahui bahwa kelakuan dan sifat – sifat dari manusia yang dapat menimbulkan pertanyaan. Seperti, pada perut manusia yang terkadang mengeluarkan bunyi tertentu tanpa disadari. Hal ini membuktikan bahwa gerakan peristaltik pada manusia bekerja tanpa disengaja.
2.2.      Proses – Proses yang Terjadi Pada Peristaltik
Perut manusia terkadang suka mengeluarkan bunyi tertentu. Tentu saja hal seperti itu si empunya perut malu jika sedang berada di ruangan yang sepi. Perut yang berbunyi bisa menjadi pengingat, tapi suara perut yang kadang keras atau pelan bisa juga tanpa alasan sama sekali.
Suara gerakan tersebut berasal dari perut dan usus kecil serta berhubungan dengan fungsi dari pencernaan. Pada dasarnya system pencernaan adalah suatu tabung panjang yang dimulai dari mulut dan berakhir pada anus. Tabung ini menghubungkan berbagai macam oragan dan bagian – bagian lain yang beruhubungan system pencernaan.
Cara mendorong makanan dalam system pencernaan manusia adalah dengan gelombang kontraksi otot yang bergerak terus menerus untuk mendorong isinya ke bawah yang disebut dengan gerakan peristaltik. Selain mendorong makanan, kontraksi ini juga membantu mengaduk makanan dan cairan pencernaan yang berbeda sehingga menjadi campuran lengket yang disebut dengan Chyme.
Seperti yang ditutupi dari Horwstuff works, perut yang berbunyi merupakan hasil dari proses mendorong makanan ini yaitu pergerakan antara benda padat, cairan Chyme serta adanya gas dan udara. Perut yang berbunyi ini bisa terjadi sewaktu – waktu  tidak hanya sebatas saat seseorang merasa lapar saja. Tapi jika ada makanan didalam perut atau usus kecil maka bunyi yang dihasilkan akan sedikit lebih tenang dan pelan.
Mengapa kontraksi otot sudah terjadi meskipun perut masih kososng ? Alasannya berkaitan dengan rasa kelaparan dan juga nafsu makan. Setelah dua jam perut kosong, maka perut mulai memproduksi lagi hormon yang dapat menstimulasi saraf lokal untuk mengirim pesan ke otak. Selanjutnya otak akan membalas dengan memberi sinyal pada otot pencernaan untuk memulai kembali gerakan peristaltik.
Gerakan peristaltik ini yang pertama untuk membersihkan sisa – sisa makanan yang tidak ikut tercerna, selanjutnya gerakan ini akan membuat seseorang merasa lapar kembali. Kontraksi otot ini akan terjadi setiap jam dan berlangsung 10 – 20 menit hingga perut terisi oleh makanan. Tapi jika bunyi yang dihasilkan oleh perut terlalu berlebihan, bisa jadi itu merupakan salah satu tanda ada yang tidak beres di perut seperti sindrom iritasi usus besar. Pada kasus ini biasanya diikuti dengan keluhan lain pada daerah gastrointestinalnya.
Jadi cara untuk mengontrol perut yang berbunyi adalah dengan mengonsumsi makan – makanan kecil dan jangan langsung makan yang berat serta kurangi makanan yang mengandung gas agar bunyinya tidak bertambah besar.

2.3.      Peristaltik Pada Sistem Pencernaan Manusia
System pencernaan makanan terbagi atas rongga mulut, tekuk, kerongkongan, lambung, usus halus, dan usus besar. Makanan yang kita makan pertama masuk ke mulut yang kemudian menjadi halus karena telah dikunyah dengan gigi kita dengan dibantu oleh kelenjar ludah. Setelah halus barulah dapat kita telan dengan cepat melalui bagian bawah tekanan dan kerongkongan, pangkal dari kerongkongan adalah leher, di belakang tenggorok, kemudian didaerah dada di belakang jantung, menembus sekat rongga badan di depan tulang belakang dan bermuara dalam lambung.
Lambung merupakan saluran pencernaan makanan yang melebar seperti kantong, terletak dibagian atas rongga perut sebelah kiri, dan bagian lainnya tertutup oleh hati, usus besar dan limpa.
Makanan yang ditelan terkumpul dalam lambung dan bercampur dengan getah lambung, sehingga makanan menjadi encer seperti bubur. Jalan keluar lambung tertutup karena tebalnya lapisan otot lingkar yang sewaktu – waktu terbuka untuk melewatkan bubur makanan sedikit demi sedikit kedalam usus  halus.
Bagian pertama dari usus halus adalah usus dua belas jari, yang melengkung seperti ladam. Di usus halus ini bermuara pipa – pipa penyalur dari hati dan dari kelenjar ludah perut. Dan pada daerah dalam lambung pula makanan dicerna secara kimiawi. Dinding lambung tersusun dari tiga lapisan otot yakni otot melingkar, memanjang dan menyerong. Kontraksi dan ketiga macam lapisan otot tersebut mengakibatkan gerak peristaltik (gerak gelombang). Gerak peristaltik menyebabkan makanan di dalam lambung diaduk – aduk.
Di bagian dinding lambung sebelah dalam terdapat kelenjar – kelenjar yang menghasilkan getah lambung, aroma, bentuk, warna, selera terhadap makanan secara refleks akan menimbulkan sekresi getah lambung mengandung  asam lambung (HCl), pepsin, musin dan rennin. Asam lambung berperan sebagai pembunuh mikroorganisme dan mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin.
Kerja enzim dan pelumatan oleh otot lambung mengubah makanan menjadi lembut seperti bubur, disebut Chyme (kim) atau bubur makanan. Otot lambung bagian pilorus mengatur pengeluaran kim sedikit demi sedikit dalam duodenum. Caranya otot pilorus yang mengarah kelambung akan relaksasi (mengendur) jika tersentuh kim yang bersifat asam. Sebaiknya otot pilorus yang mengarah ke duodenum akan berkontraksi (mengerut) jika tersentuh kim. Jadi, misalnya kim bersifat asam tiba di pilorus depan, maka pilorus akan membuka, sehingga makanan lewat. Oleh karena makanan asam mengenai pilorus belakang, pilorus menutup.
Makanan tersebut dicerna sehingga keasamannya menurun. Makanan yang bersifat basa dibelakang pilorus akan merangsang pilorus untuk membuka. Akibatnya makanan yang asam dari lambung masuk ke duodenum. Demikian seterusnya. Jadi, makanan melewati pilorus menuju duodenum segumpal demi segumpal agar makanan tersebut dapat tercerna efektif. Setelah 2 sampai 5 jam, lambung kosong kembali.
2.4.      Bagian – Bagian Sistem Pencernaan



 
Proses pencernaan makanan dalam tubuh ada dua macam, yaitu :
1.      Pencernaan Mekanis
Merupakan pemecahan atau penghancuran makanan secara fisik atau proses pencampuran makanan dengan getah (enzim) pencernaan.
2.      Pencernaan Kimiawi
Merupakan proses pemecahan makanan dari molekul kompleks menjadi molekul – molekul yang sederhana dengan bantuan getah pencernaan (enzim) yang dihasilkan oleh kelenjar pencernaan.
Saluran pencernaan terdiri dari alat – alat pencernaan yang berhubungan langsung dengan proses pencernaan mekanis dan kimiawi,
1)      Mulut
Mulut manusia berupa rongga yang dilapisi oleh jaringan epitel pipih berlapis banyak. Dalam rongga tersebut terdapat alat pencernaan seperti gigi, lidah, dan kelenjar ludah (kelenjar saliva) yang membantu proses pencernaan mekanis dan kimiawi.
a.       Gigi
Struktur gigi pada manusia dapat dibedakan atas gigi sulung (gigi susu) dan gigi tetap. Gigi yang pertama kali tumbuh sejak anak berusia enam bulan disebut gigi susu. Gigi susu berangsur – angsur akan berubah menjadi gigi sulung.
Berdasarkan strukturnya, jenis gigi pada manusia dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :
·        Gigi seri (incisor)
·        Gigi taring (canius)
·        Gerahan depan (premolar)
·        Gerahan belakang (molar)
b.     L idah
















 





Selain gigi, dalam rongga mulut manusia juga terdapat lidah, selain sebagai alat pengecap.
Lidah dalam pencernaan makanan berfungsi untuk :
·        Mencampurkan makanan
·        Mendorong makanan dalam proses menelan, dan
·        Membersihkan mulut dari sisa makanan
Lidah membentuk lantai pada rongga mulut. Dibagian belakang, otot – otot lidah melekat pada tulang hyoid (tulang pangkal lidah yang berbentuk seperti huruf V). permukaan lidah penuh dengan tonjolan (papilla) yang mengandung putting – putting pengecap, sehingga lidah dapat merasakan makanan seperti asam, manis, pahit dan asin.
c.       Kelenjar ludah




Pada rongga mulut terdapat tiga macam kelenjar ludah (saliva) yang menghasilkan cairan ludah.
·        Kelenjar parotis, yang terletak didekat telinga,
·        Kelenjar submaksilaris yang terletak di bawah rahang atas,
·        Kelenjar submandibularis yang terletak di bawah lidah
Cairan ludah berfungsi untuk :
·        Memudahkan dalam menelan makanan karena makanan tercampur dengan lender dan air.
·        Melindungi rongga mulut dari kekeringan,panas, asam dan basa.
·        Membantu pencernaan kimiawi, karena kelenjar ludah menghasilkan enzim ptyalin (amylase) yang berperan dalam pencernaan amilun menjadi maltosa dan glukosa, enzim ini berfungsi dengan baik pada PH netral (pH7).
d.      Proses menelan makanan
Agar makanan masuk ke dalam saluran pencernaan di dalam rongga perut untuk diproses lebih lanjut, makanan harus ditelan.
Proses menelan terbagi atas :
1.      Gerakan sadar, yaitu gerakan lidah yang menekan makanan ke atas dan mendorong makanan ke belakang kemudian masuk ke dalam kerongkongan.
2.      Gerakan tidak sadar, yaitu gerakan di daerah faring, berupa reflex yang menggerakkan laring ke atas sehingga epiglottis menutup glottis.
2)      Kerongkongan (esophagus)
Kerongkongan merupakan saluran pencernaan yang membentuk seperti selang air, sebagai penghubung antara rongga mulut dan lambung yang terletak di belakang trakea (tenggorokan). Panjang kerongkongan pada manusia lebih kurang 25 cm yang berakhir pada bagian kardiak lambung. Kerongkongan tersusun oleh dua pertiga otot polos dan sepertiga otot lurik. Pada kerongkongan dihasilkan lender yang membantu gerak peristaltik, sehingga makanan terdorong kearah lambung. Akan tetapi, kerongkongan ini tidak menghasilkan enzim pencernaan dan tidak melakukan absorbsi sari makanan.
3)      Lambung (ventrikulus)











Lambung pada manusia terletak pada bagian kiri atas rongga perut di bawah diagfragma. Dinding lambung terdiri atas lapisan otot yang tersusun memanjang, melingkar, dan menyerong. Dengan adanya kontraksi otot – otot lambung tesebut, makanan akan teraduk dengan baik menjadi bubur (chyme / kim). Lambung terdiri atas tiga bagian, yaitu kardiak (bagian yang merupakan tempat masuknya kerongkongan), fundus (bagian tengah lambung), dan pilorus (bagian yang berbatasan dengan usus dua belas jari). Lambung juga berperan sebagai kelenjar eksokrin yang menghasilkan enzim pencernaan dan sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon.
Lambung menghasilkan getah lambung yang terdiri atas :
a.       Air dan lender
b.      Ion – ion organik
c.       Asam lambung (HCl)
d.      Enzim – enzim pencernaan (pepsin, rennin dan lipase)
Disamping itu juga lambung menghasilkan asam lambung (HCl), adapun fungsi HCl yang disekresikan oleh lambung, adalah :
a.       Asam klorida (HCl)
b.      Mengaktifkan kerja enzim
c.       Merangsang membuka dan menutupnya katup pada bagian pilorus
d.      Merangsang pengeluaran getah usus
4)      Hati dan Kandung empedu





Hati terbagi atas lobus kanan dan lobus kiri. Struktur mikroskopik organ ini terdiri atas lobulus – lobulus berbentuk segi enam yang terdiri atas sel – sel, antara lain :
a.       Menghasilkan protein plasma seperti heparin, fibrinogen dan protrombin,
b.      Pusat metabolisme protein, lemak dan karbohidrat,
c.       Menetraisir racun yang masuk ke dalam tubuh (defoksifikasi),
d.      Tempat menyimpan cadangan makanan seperti glikogen, dan
e.       Menghasilkan cairan empedu
Setelah diserap oleh usus, sari – sari makanan dibawa oleh darah menuju ke hati dan seluruh tubuh. Pada hati bermuara dua pembuluh darah, yaitu : vena porta hepatica yang berasal dari lambung dan usus yang mengandung darah miskin oksigen, tetapi kaya nutrisi (sari makanan) dan arteri hepatica yang merupakan cabang arteri coeliaca (arteri yang mengalirkan darah ke saluran cerna) yang kaya oksigen.
5)      Pankreas








Pankreas juga merupakan organ tambahan pada system pencernaan. Pankreas memiliki panjang kurang dari 12 cm dan tebal 2,5 cm. pankreas terbagi atas tiga bagian, yaitu bagian kepala yang melekat pada duodenum, bagian badan yang merupakan bagian tengah pankreas, dan bagian ekor yang merupakan bagian yang memanjang kearah ujung kiri atas.
Pankreas terletak di bawah lambung dan mempunyai dua saluran yaitu : saluran (ductus) wirsungi dan saluran (ductus) sastroni yang berfungsi mengalirkan getah yang disekresikan pankreas ke duodenum. Pankreas merupakan kelenjar eksokrin dan endokrin. Di dalam getah pankreas terdapat enzim – enzim pencernaan, yaitu :
a.       Tripsinogen berupa proenzim
b.      Kimotripsinogen
c.       Lipase Pankreas (steapsin)
d.      Amilopepsin (amylase pankreas)
e.       Ribonuklease  dan deoksiribonuklease
Pankreas menghasilkan beberapa jenis hormon, yaitu :
a.       Sekretin
b.      Koleisistokinin
c.       Insulin


6)      Usus halus (Intenstinum Tenue)











Usus halus merupakan saluran pencernaan terpanjang yang panjangnya lebih kurang 7 meter dengan diameter 2,5 cm. fungsi usus halus adalah mencerna makanan dan mengabsorpsi sari makanan.
Penyerapan sari – sari makanan kedalam dinding usus melalui berbagai cara, yaitu secara : difusi, usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu :
a.       Duodenum (usus dua belas jari), panjangnya 25 cm
b.      Jejunum (usus kosong) panjangnya 2,5 m,
c.       Ileum (usus penyerapan) panjangnya 4 m.
Getah usus mengandung :
a.       Peptidase, merupakan kelompok enzim yang memecah polipeptida menjadi asam amino.
b.      Maltase, lactase, dan sukrase merupakan enzim yang memecah disakarida (maltosa, laktosa dan sukrosa) menjadi monosakarida enzim – enzim tersebut disebut juga disakase.
c.       Lipase usus, merupakan enzim yang memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
d.      Erepsinogen, merupakan proenzim yang diaktifkan oleh enterokinase menjadi erepsin yang mengubah peptone menjadi asam amino
e.       Eneterokinase, merupakan enzim yang mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin dan erepsinogen menjadi erepsin.
7)      Usus besar (Kolon) dan anus
Usus besar kolon terletak diantara ileum dan anus. Kolon dihubungkan dengan dinding perut belakang oleh mesokolon. Secara anatomi, usus besar terbagi atas sekum kolon asenden (naik), kolon transversal (mendatar), kolon desenden (turun), rectum, dan anus.



 









Proses pencernaan kolon manusia juga dibantu oleh bakteri usus Escherichia coli yang merombak sisa – sisa makanan sehingga membentuk feses. Apabila jumlah bakteri tersebut melebihi kondisi normal, maka akan dapat menimbulkan penyakit pada usus, seperti diare. Dengan adanya perombakan sisa makanan oleh bakteri ini, maka dapat dihasilkan beberapa vitamin seperti vitamin K, yang diperlukan dalam proses pembekuan darah.


 







Anus merupakan lubang akhir dari saluran pencernaan tempat keluarnya kotoran (feses). Dinding anus terdiri atas dua lapisan yaitu otot lurik pada bagian luar dan otot polos di bagian dalam.
2.5.      Manfaat Gerakan Peristaltik Pada Sistem Pencernaan
Gerakan peristaltik sangat bermanfaat bagi system pencernaan karena dengan adanya gerakan peristaltik, dapat mengakibatkan makanan yang dimakan oleh manusia dapat dicerna dengan baik.
Selain dari itu dengan adanya gerakan peristaltik pada system pencernaan terutama pada lambung karena pada lambung jika tidak ada gerakan peristaltik makanan yang kita makan tidak dapat dicerna dengan sempurna, akan tetapi karena dengan adanya gerakan peristaltik pada pencernaan makanan bisa dihancurkan oleh lambung dengan gerakan – gerakan otot – otot pada lambung. Sehingga makanan yang pada awalnya keras jika melewati lambung akan hancur seperti bubur yang akan mudah diserap oleh usus halus dan usus besr yang pada akhir akan dikeluarkan melalui anus.
Dengan adanya gerakan peristaltik yang terjadi pada lambung makanan yang dimakan oleh manusia dapat dicerna seara kimiawi. Karena dengan adanya gerakan otot – otot yang terjadi sehingga makanan yang dimakan diaduk – aduk dalam lambung.




BAB III
PENUTUP
3.1.      Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari paparan makalah kami, kami dapat menyimpulkan bahwa :
Gerakan peristaltik merupakan gerakan yang terjadi pada otot – otot pada saluran pencernaan yang menimbulkan gerakan semacam otot – otot pada saluran pencernaan yang menimbulkan gerakan semacam gelombang sehingga menimbulkan efek menyedot / menelan makanan yang masuk kedalam saluran pencernaan.
Gerakan peristaltik sangat penting bagi system pencernaan manusia, karena dengan adanya peristaltik proses pencernaan yang dimulai dari mulut sampai ke anus yang dialami manusia pada system pencernaannya dapat terjadi dengan baik.
Dengan adanya bantuan dari gerakan peristaltik dalam proses pencernaan manusia dapat terjadi secara kimiawi dalam tubuh manusia.
3.2.      Saran
·        Dalam menyusun / membuat makalah kita harus mempersiapkan bahan – bahan yang diperlukan misalnya : buku dan lain – lain.
·        Jika membuat makalah usahakan pembaca dapat memahaminya dengan mudah.
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar